Question Mark
What is your name?
Where do you live?
What are you talking about?
Wah, pasti teman-teman sudah tidak asing lagi dengan kalimat-kalimat di atas ya! Di kehidupan sehari-hari, kita menggunakan kalimat tersebut untuk bertanya kepada orang lain, baik secara lisan maupun tulisan. Kira-kira kalimat di atas disebut kalimat apa ya? Yap, betul! Kalimat di atas disebut dengan kalimat tanya. Terus, ada tanda baca apa sih di akhir setiap kalimat tanya? Yup, tanda tanya! Nah, ada beberapa hal nih yang perlu kamu ketahui tentang tanda tanya. Yuk simak penjelasannya di bawah ini dan kita belajar bersama-sama ya!
Tanda tanya (question mark) atau bisa juga disebut dengan tanda interogasi (interrogation mark) merupakan salah satu jenis tanda baca yang digunakan untuk menunjukkan bahwa kalimat tersebut adalah sebuah pertanyaan. Simbol tanda tanya itu sendiri menyerupai garis bengkok dengan titik di bawahnya (?).
Kamu bisa simak contoh tanda tanya ketika digunakan di dalam sebuah kalimat seperti di bawah ini:
Setelah lihat beberapa contoh di atas, sekarang kita perlu tahu bagaimana sih penggunaan dari tanda tanya. Check it out!
Nah, teman-teman, ada beberapa penggunaan tanda tanya yang perlu kita ketahui khususnya di dalam Bahasa Inggris. Apa saja ya? Yuk simak penjelasan di bawah ini:
1. Tanda tanya digunakan di akhir semua pertanyaan langsung (Direct Questions).
2. Tanda tanya bisa digunakan setelah questions tag.
3. Di dalam informal writing, orang-orang biasa menggunakan tanda tanya untuk mengubah sebuah pernyataan menjadi pertanyaan.
Tapi tahu enggak sih kalau ada beberapa pengecualian dalam penggunaan kata tanya ini, yaitu:
1. Jangan gunakan tanda tanya di akhir kalimat pertanyaan tidak langsung (Indirect Questions)
2. Jangan gunakan tanda tanya pada sebuah permintaan yang sopan (polite requests) walaupun berupa mengajukan pertanyaan. Kalimat imperatif (imperative sentence) seperti ini seharusnya diakhiri dengan tanda titik.
Eits, selain itu, kita juga perlu tahu mengenai aturan dalam menggunakan tanda tanya di dalam sebuah kalimat biar tidak salah lagi ya!
Rule #1: Tidak ada tanda baca lainnya.
Ketika menggunakan tanda tanya, kita tidak perlu menggunakan tanda baca akhir lainnya seperti titik atau tanda seru. Hal ini dikarenakan tanda tanya sendiri adalah bagian dari tanda baca akhir yang menggantikan titik atau tanda seru.
Correct example – Where did you spend your last holiday?
Incorrect example – Where did you spend your last holiday?.
Tapi teman-teman, ada pengecualian untuk aturan ini yaitu interrobang. Interrobang sendiri adalah kombinasi dari tanda tanya dan tanda seru. Banyak orang yang menggunakan simbol ini dengan cara menuliskannya tanpa spasi. Namun, tanda ini bukanlah tanda baca yang umum. Yuk lihat contohnya sama-sama!
Correct example – Are you joking?!
Correct example – Are you joking?
Rule #2: Gunakan huruf kapital pada huruf pertama kata tepat setelah tanda tanya.
Seperti yang kita tahu bahwa tanda tanya sendiri menunjukkan akhir dari pertanyaan langsung. Artinya, kata berikutnya merupakan kalimat awal kalimat baru, sehingga teman-teman harus menuliskan huruf pertama pada kata tersebut dengan huruf kapital.
Correct example: Where did you go last night? Your mom is worried because of you.
Incorrect example: Where did you go last night? your mom is worried because of you.
Rule #3: Tanda tanya dalam kutipan.
Siapa nih yang masih suka salah dalam menggunakan tanda tanya di dalam sebuah kutipan? Jadi, kalau teman-teman menulis pertanyaan yang dikutip, kalian harus meletakkan tanda tanya di dalam tanda kutip. Pertanyaan langsung sendiri adalah kutipan, jadi kita perlu menggunakan tanda tanya di kalimatnya.
Correct example: “Are you angry with me?” he asked me.
Incorrect example: “Are you angry with me”? he asked me.
Produk Ruangguru
PT Ruang Raya Indonesia
RUANGGURU HQ
© 2022 English Academy. All Rights Reserved PT Ruang Raya Indonesia